Subuh ini, malas mengguyurku. Terasa berat kakiku untuk beranjak dari tempat tidurku yang renta ini. Dengan mata sedikit masih terpejam, aku menuruti apa kata kakiku. Aku menuju kamar mandi untuk berwudhu, air bak mandi yang dingin itupun sontak membuat aku tersadar secara total.
“ ayoo…airnya gak dingin,,,sholat, sholat .“ hatiku membentak !
Aku memenuhi panggilanNya pada subuh itu “ Asholatukhairumminannauum “. Setelah selesai , aku kembali merebahkan tubuhku di tempat tidur. Aku meraih hp yang tergeletak di dekat bantalku, aku langsung memeriksa inbox sms dan ternyata kosong dari cuap-cuap yang tidak penting yaitu mereka para rombongan penggombreng J tidak berhenti di situ aku langsung online FB untuk mengecek semua pembaharuannya dan ini juga termasuk salah satu aktifitas rutin setiap pagiku. Ahhh… ku lihat tidak ada yang menarik sedikitpun, off kembali.
Seperti biasa aktivitasku hari ini hanyalah kuliah, lalu seterusnya di rumah. Gak semangat hari ini, males, lemes, pusing, dan mual. Ku rasa komplit sudah rasanya yang ada di otakku sekarang. Semoga tubuhku tidak protes. Hari ini panas matahari seperti membakar ubun-ubunku, sangat terik sekali. Lelah seharian di kampus membuat ku tak berdaya saat tiba di rumah ku rebahkan tubuhku di singgasana. Aku ingin tidur, berat kepalaku terasa di tindih oleh berton-ton batu besar, tak bisa ku tahan lagi. Aku terhanyut. ( zzzZZZZ )
Dua jam berlalu…………..
Aku terbangun. Aku barusan ternyata bermimpi. Ahh…aku sedikit lupa akan mimpiku tadi. Tetapi yang aku ingat DIA ,,yaah dia itu ada dalam mimpiku. Hmm dia ??? tiba-tiba datang lagi, heeuhh ku rasa sosok itu sudah lama tidak muncul di dalam pikiranku karena beberapa faktor.
Mimpinya aneh. Pertama dia datang kerumahku, lalu bertemu sama bapakku. Kemudian aku dan dia pergi ke pantai, kalau tidak salah pantai dekat rumah bibi ku dulu. Di sana sepi, dia mandi di pantai lalu setelah itu dia pergi dan menghilang. Ahhh..aku juga tidak mengerti akan mimpi ku sendiri, tapi sudahlah mimpi tetaplah hanya sebuah bunga tidur.
***
Aku adalah seseorang yang fanatik. Fanatik dalam hal cinta. Terlalu menganggap serius akan setiap kata cinta yang terlontar padaku lalu akhirnya akan tersakiti olehnya ( sebaiknya bagi yang tidak serius jangan sekali-kali mengucapkan hal itu padaku, jika akhirnya itu adalah sebuah kebohongan, kalian bisa membuat aku gila ).
Cinta…cinta…cinta…. Tidak luput dari pikiran para remaja dengan persepsi masing-masing. Kadang ada yang terlalu lebay, kadang ada yang begitu semangat sehingga dia sendiri tidak mengerti tindakannya itu benar atau salah.
Untuk aku sendiri, cinta adalah suatu energi positif yang bisa menghantarkan seseorang pada satu titik dimana ia akan merasakan itulah tujuan hidupnya. CINTA kepada sang KHALIQ, di mana kita berusaha menjadi yang terbaik diantara yang paling baik, selalu bersujud di hadapannya, menghamba dan selalu mensyukuri nikmat-Nya.
Kadang orang salah mengartikan keadaan pada saat sedang patah hati atau di kecewakan oleh seseorang yang di sayanginya, cinta adalah yang di jadikan tersangka pertama. Why ??? ada yang menyebutkan, CINTA INI MEMBUNUHKU ( d’masive kali yaa J ), cinta membuat orang menderita , cinta ini begini, dan cinta ini begitu. Menurutku argumen seperti itu kurang tepat. Mengapa di setiap masalah mereka tidak melihat di dalam diri masing-masing, bagaimana cinta itu di fungsikan ? karena pada dasarnya cinta itu di mainkan oleh manusianya. Seharusnya intropeksi apa yang telah kita lakukan dan berikan. Jadi tidak ada yang salah dengan cinta, ADA APA DENGAN CINTA ?? hmm.. sangat rumit di saat kita tidak bisa menikmatinya secara ikhlas, lahir dan batin.
Cuap-cuapku tidak lepas dari apa yang pernah aku alami, aku bisa berkata demikian karena apa yang pernah aku alami dulu sangat aku sesalkan karena kesadaran akan hal itu baru aku sadari beberapa detik yang lalu ( saat aku ngomel di atas barusan J hehe ).
Aku juga pernah pacaran sama seperti yang lainnya. Tapi aku lebih suka memilih pacaran jarak jauh meskipun tidak pernah bertemu sebelumnya, aku tetap jalani. Alasannya…yaaah hanya aku sendiri yang tahu. Mungkin ada beberapa kalian berfikir apa sih enaknya pacaran jarak jauh , apalagi gak pernah ketemu sama sekali, hanya mimpi dan khayal. Gila kan ??? tapi bagiku tidak, aku menikmati semua itu dan bahkan aku pernah menjalaninya selama dua tahun lebih. Suatu kenikmatan tersendiri bisa mencintai hanya dengan hati, berbicara lewat hati, dan merasakannya dengan hati pula. Semuanya menggunakan hati. Karena aku tidak pernah menatap matanya, memandang wajahnya, menyentuh jemarinya dan mendekati jasadnya. Inilah yang terjadi padaku .
Tetapi akhirnya semua itu juga kandas, aku dan dia ( sebut saja Mr. H ) mengakhiri hubungan LDR kami. Meskipun saat itu aku masih punya satu pertanyaan kecil untuknya yaitu apakah selama dua tahun ini dia emang benar-benar mencintai ku ??? hanya dia dan Sang Pemilik Cinta yang mengetahuinya.
Setelah belenggu batin yang aku terima darinya, kata-kata hina itu, cacian , makian dan ancaman semuanya telah komplit dia berikan kepadaku. Kesabaranku selama satu tahun terakhir tidak membuat dia sadar bahwa aku menginginkan dia sadar dan berubah. Ahh… tidak akan ada yang bisa merubahnya terkecuali dia sendiri.
Aku memutuskan untuk mengikhlaskannya. Saat itu aku mencabik-cabik semua komitmen yang telah aku buat . entah mengapa bibirku hanya tersenyum saat semuanya ku lakukan dengan sangat mudah. Yaa… aku memang harus mengikhlaskannya. Suatu dorongan dari hati, menyuruhku untuk membulatkan keputusan ini. Mungkin hatiku sendiri sudah bosan dan sudah tak ingin merasakannya lagi. Sekarang aku benar-benar telah ikhlas. Smile for today J
Setelah kejadian itu, aku menutup diri , mengunci hati dengan sekuatku. Aku tak ingin merasakannya lagi, aku juga tak ingin ada yang menerobos masuk kedalam hati ini karena aku tak ingin cintaku terkuras sia-sia . Tapi aku menikmati hidupku sekarang, enjoy with my friend dan sedikit bisa melupakan semua masalah cintaku.
***
Hari-hari kulalui dengan semua kesibukanku yang menggunung. Semua aktivitas kadang terasa tak bisa ku jajah satu-persatu. Semua itu menguras otak serta energy yang ada dalam tubuhku. Tak jarang tubuhku memprotes dan meronta untuk memintaku mengistirahatkan mereka sejenak, tapi kadang aku tak peduli bahkan berpura-pura tidak mendengarkan keluhan mereka. Hingga suatu subuh itu anfalku kambuh kembali.
DIA….
Dia datang lagi, seseorang yang pernah ada di dalam mimpiku saat itu. Dia menjadi sering menghubungiku. Ahhh..semua tentangnya. Kadang terasa lucu dan kadang aku merasa kecewa dengan diriku sendiri saat aku mengingatnya.
Dia adalah sahabatku. Sahabat mayaku. Seseorang yang sempat menarik perhatianku waktu itu. Entah kenapa aku saat itu sangat menyukainya, padahal dia sudah mempunyai pacar. Ahh..aku terlalu ikut perasaan. Sehingga aku menyukainya. Kurasa tidak ada yang salah. Dan semenjak satu tahun lalu aku sudah tidak kontekan lagi dengannya , dan rasa itupun sudah terkubur bersama rasa lupaku itu.
Sekarang dia datang kembali. Tidak ada yang berubah darinya hanya yang berubah adalah dengan pacar yang berbeda. Tapi statusnya masih sama dengan saat aku kenal dengannya pertama kali, yaitu PACARAN. Aku fikir tidak ada yang salah, dulu aku dan dia juga sering cerita dan curhat (sharing ). Tapi Saat ini dia membawa suasana yang berbeda, kusut , galau dan patah hati. Aku sebagai sahabat yang baik berusaha memberi saran dan masukan.
Sejak saat itu dia lebih sering lagi menghubungiku. Kurasa dia butuh teman karena sedang bermasalah dengan pacarnya. Menurut pengakuannya dia saat ini sedang bermasalah sama pacarnya, pacarnya telah berbohong. Ahh..ku rasa itu satu hal yang biasa, tapi aku tetap berusaha membuat dia selalu berfikir positif akan masalah yang di alaminya. Dia pun mencoba bersabar.
Suatu hari , aku mendapatkan kabar bahwa penyakitnya kambuh dan sedang di rawat di rumah sakit. Menurut pengakuannya dia kecapean dan terlalu banyak fikiran. Ahhh…aku ingin marah sama dia, ku fikir pasti karena masalahnya itu. Aku tahu persis dia seperti apa, menghadapi masalah selalu terlalu serius. Aku menjadi sering mengkhawatirkannya. Tak jarang aku jadi protek terhadapnya, aku sangat takut terjadi sesuatu kepadanya. Ahhh…saat itu juga RASA itu kembali muncul. Aku tak bisa menghindarinya. Perhatiannya, semua ucapannya berusaha untuk tidak kutanggapi serius, aku berusaha menghilangkan rasa itu secepat mungkin, aku tahu itu salah sehingga aku memaksa untuk mengusirnya. Tapi bukan malah menghilangkan rasa itu, tetapi membuat rasa itu semakin kuat bersarang di hati dan otakku. Keinginanku untuk memilikinya saat itupun timbul, Ahh..aku marah sama diriku. Bahkan aku sempat menangis di saat batinku berseteru dengan nafsuku. Aku tak layak mengharapkan sesuatu darinya, ku rasa ini tidak wajar untuk ku pertahankan. Bukan hanya itu, dia bahkan mengatakan bahwa dia sangat saying denganku , ingin aku tetap menemaninya, bahkan yang sangat ku ingat adalah saat dia mengatakan ingin aku menjadi pacarnya. Arrgghh… rasa itu menjadi tambah kuat. Batinku semakin memberontak “ KAMU MELAKUKAN KESALAHAN, KAMU MENCINTAI SESEORANG YANG MASIH MEMPUNYAI CINTA, HILANGKAN RASA ITU !!!. “ ingin rasanya aku menangis, ketika keadaan dan posisi yang sangat tidak mendukungku saat ini. Bebagai cara ku lakukan untuk menghindar, tapi aku terlalu lemah untuk itu, aku merasakan sakit yang luar biasa.
Waktupun tetap kulalui. Hari-hariku di penuhi dengan kehadirannya. Hari ini dia kembali mengulang ucapannya beberapa hari yang lalu. Dia mengatakan bahwa dia ingin mengakhiri hubungan dengan pacarnya itu, dia sudah tidak tahan akan semua kebohongan pacarnya. Aku mengerti hal ini, bahkan aku sangat bisa merasakannya juga. Reflek hati ini merasa bahagia mendengar dia ingin mengakhiri hubungannya itu. Sejak pertama aku sudah tidak menyetujui akan hubungannya ini, aku tidak seberapa suka dengan pacarnya itu, entahlah aku pun tidak mengerti. Aku bukan malaikat yang suci yang bisa memberi penilaian kepada sesamaku, bahkan tidak pantas , tetapi itulah yang kurasakan. Tapi aku masih bisa menahan ekspresi kebahagiaanku itu, ku tahu dia sangat terpuruk saat itu. Aku menenangkannya, dan menyuruhnya untuk tetap memikirkan kembali keputusan itu. Aku tidak ingin dia menyesal, karena aku tahu dia seseorang yang sangat plin-plan. Tapi dia tetap kuat akan keputusannya itu, dan dia menginginkan aku untuk menggantikan posisi pacarnya. Dia menginginkan aku menjadi pacarnya, menjadi orang yang bisa selalu menemaninya. Aku sangat bahagia mendengar pengakuannya. Tapi aku sadar akan statusnya saat ini yang masih berpacaran. Batinku kembali berseteru.
***
Besok adalah tahun baru, banyak hal yang ingin aku capai. Semua berhubungan dengan kebahagiaan orang tuaku, aku sangat menyayangi mereka, aku tak ingin mengecewakan mereka. Orang tuaku menginginkan aku secepatnya untuk menyelesaikan kuliah. Aku selalu usahakan itu.
Doaku hari ini..
Ya Rabbi… terima kasih atas nafas yang masih Kau berikan kepadaku.
Atas waktu dan kesempatan sehingga aku masih bisa menyaksikan ciptaanMu
Aku hanya secuil dari bagian hambamu yang bersujud saat ini.
Aku menyadari selama aku hidup, dosa tak pernah luput dari setiap gerak tubuhku..
Maafkan mata ini. Maafkan lidah ini, maafkan untuk setiap gerakan yang ku lakukan
Sehingga jauh dari Ridho-Mu…
Aku mohon ampunanMu.
Ya Rahman….
Aku ingin melihat senyum kedua orang tuaku , senyum kebahagiaan atas apa yang kuberikan kepada mereka..
Tunjukkan cahayaMu Ya Allah, jalan menuju keridhoanMu, agar aku dapat menghamba di hadapanMu dalam keadaan suci.
Berilah kebahagiaan bagi semua orang yang menyayangiku, dan berilah kebahagiaan untuk mereka yang aku sayangi.
Pertemukanlah kami di surgaMu nanti.
Ya Allah , sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasiaku yang tersembunyi dan amal perbuatanku yang nyata, maka terimalah ratapanku, ampuni segala dosaku. Jadikan aku muslimah yang takut akan Mu Ya Rabb.
La haula wa la quwwata illa billah. Amin Ya Rabbal alamin.
Aku menangis dalam sujudku malam itu, begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepadaku, mungkin juga banyak nikmat yang tak ku syukuri. Aku ingin Allah mengampuni segala kehilafanku.
Di malam pergantian tahun aku juga punya niat, aku ingin ada seseorang yang datang kepadaku dengan cinta yang tulus darinya. “ jika besok, di hari pertama tahun baru akan ada seseorang yang mengatakan cinta kepadaku, dengan niat tulus dari hatinya, siapapun dia akan aku terima dia sebagai seseorang yang akan aku cintai setulusnya, tetapi jika besok tidak ada seorangpun yang datang dengan cintanya, aku tidak akan pernah menerima siapapun, untuk menjadi seseorang untuk kucintai sampai aku dapat menyelesaikan kuliahku.” Bismillah niat itu ku ucapkan tepat jam 23:23 di malam pergantian tahun.
HAPPY NEW YEAR…….
Banyak hal yang terjadi di tahun kemarin, semoga aku dapat mengumpulkannya menjadi sebuah kenangan dan pelajaran untuk menjalani hidupku seterusnya. Pagi itu, seperti biasa dia selalu hadir menghiasi, aku senang karena dia sangat memperhatikanku. Meskipun aku tak pernah tau apa sebenarnya yang ada dalam hatinya. Hari ini, aku berharap sesuatu akan terjadi padaku , apa pun itu. Melihat kedekatanku dengannya, aku menjadi mengharapkan sesuatu terucap dari bibirnya. Entah mengapa aku begitu mengharapkannya, apa semua itu berhubung dengan niat ku tadi malam ?? entahlah..
^_^ DEG.. jantungku berdetak cepat, saat dia mengucapkan kalimat itu kepadaku. Awalnya dari pengakuannya untuk meminta aku menemaninya selalu, dan dia juga mengatakan bahwa dia sangat menyayangiku. Ahh andai dia tahu saat itu aku rasanya ingin terbang, ingin teriak , ingin mengucapkan bahwa betapa aku juga sangat menyayanginya. Janjinya terus berusaha meyakinkan aku, bahwa dia bisa menerima keadaanku apa adanya, sebuah jarak pemisah tidak masalah baginya, dia berusaha menjadi yang terbaik untukku. Ya Allah, apakah dia jujur untuk semua ucapannya ? apakah aku harus mempercayainya ? aku bingung, aku tak tahu harus mengucapkan apa ?? saat itu juga aku teringat akan status hubungannya, apakah dia masih pacaran . jika memang iya, aku tidak boleh untuk menjalin hubungan seperti ini. Aku pertanyakan semuanya, dan pengakuannya dia telah resmi putus. Betapa bahagianya aku . aku menerima cintanya ( 1.1.12 ).
Sesuai niatku, aku menerimanya. Aku sangat mengharapkannya dan seharusnya dia tahu itu. Aku pun resmi berpacaran dengannya. Tapi tidak hanya berhenti di sini perjuanganku, mantannya yang mungkin tidak menerima keputusannya itu selalu hadir dalam hubungan kami. Aku juga tidak tahu apakah dia benar-benar telah mengakhiri hubungannya, tapi mereka masih berhubungan layaknya pacaran. Mungkin mereka tidak pernah tahu saat itu aku merasakan sakit, sakit yang luar biasa, aku bingung harus menyalahkan siapa, dia, mantannya ataukah diriku sendiri ? apakah aku harus menyesal karena telah menerimanya begitu cepat, tapi aku juga tak ingin munafik atas diriku sendiri bahwa aku begitu mencintainya. Aku kumpulkan seluruh kesabaranku, mencoba untuk mengerti keadaan dan terlihat biasa-biasa saja. Namun hati kecilku sering berkata “ mereka masih saling cinta, mereka saling menyayangi , apakah kamu tega untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain demi keinginanmu ?? “ hati kecilku terus berpidato. Aku semakin bingung dengan keadaan seperti ini. Ya Allah, jika memang dia jodohku mudahkanlah niatku, dan jika memang dia bukan yang terbaik untukku maka jauhkanlah dia secara baik-baik dari hidupku. Aku berdoa dalam hati , dengan mata bercucuran air mata. Aku tidak ingin menyalahkan siapapun saat ini, aku berusaha menjadi yang terbaik , yang aku tahu saat ini aku begitu mencintainya, dan kami telah resmi berpacaran.
Dia kembali masuk kerumah sakit. Pagi ini, saat aku ingin berangkat kuliah, seperti biasa dia mengucapkan beberapa kata indah, bahwa dia sangat menyayangiku. Tapi aku merasa ada yang aneh saat dia bilang bahwa aku harus menjaga diri baik-baik, aku merasakan sesuatu yang aneh. Dia tidak seperti biasanya. Kecurigaanku ku sembunyikan, aku berharap semua kan baik-baik saja, semoga dia cepat sembuh, dan saat itu juga dia memberitahuku bahwa dia akan pulang hari ini. Aku senang mendengarnya. Saat perjalanan hatiku tidak tenang,, ini beberapa sms yang dia kirim kepadaku…
07: 50 sayank ky mau istirhat dlu yaa mau bobo ky cape. Sayank jangan lupa sarapannya. Jaga diri sayank baik2 di sana :’) ky sayang banget sma sayank. Love you
07:55 kalw ky nd bangun2 maaf ya sayank :’) :* jaga diri baik2 di sana
07:58 pengen bobo yank lama sayank J ky gug akan knapa2 percaya sma ky ya :* sayank hati2 di jalannya yank bener kuliahnya :’)
08:00 iyaa :’) ky sayang bangeet ma yan ,, sayaank bangeeeeettt
tak kusadari aku menangis di perjalanan, aku sangat menyesalkan keadaan seperti ini, di saat orang yang kita sayangi sedang sakit, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa menemaninya, tidak bisa melihat raut wajahnya saat menahan sakit. Hanya lewat doa ini , hanya lewat kasih sayangMu ya Allah, aku menyayanginya. Aku berusaha membakar kecurigaanku itu merubahnya menjadi husnudzon. Sesampainya di kampus aku terlambat dan langsung persentasi tugas. Setelah setengah jam kemudian persentasikupun selesai. Aku menghela nafas lega, karena tugas hari ini selesai. Aku mengambil hp di dalam tasku. Dan aku teringat akan dia, aku mengirimkan sms untuk menanyakan keadaannya dan kapan akan pulang ke rumah. beberapa menit kemudian sms masuk, dan ku baca :
“ maaf kka in ade, aa sakit , sekarang gak sadarkan diri “
Apa ?? gak sadar ?? bukannya hari ini dia akan pulang, Ya Allah apa lagi ini. Aku menangis di tempat dudukku, tak kuhiraukan dosen bercuap-cuap di depan. Tak kuhiraukan semua makhluk yang ada di dekatku, aku tetap menangis sejadi-jadinya. Sesampai di rumah aku berusaha mencari tahu akan keadaannya. Dan yang sangat mengagetkanku yaitu pengakuan dari temannya di FB, aku menanyakan keadaan dia dan penyebab dia seperti ini. Temannya membalas pesan yang ku kirim lewat FB.
“ ka, aku tau penyebab aa sekarang seperti ini,dia tuh nazar. Nazar buat ka Len. Katanya ka len sakit gara-gara aa, terus aa pengen tau kabarnya ka len, tapi ka len gak ada kabar. Kalau sampe jam 9 malam waktu itu ka len gak ada kabar. Dia pagi-pagi mau minum semua obat itu. Karena ka len benar-benar sakit.”
“ Ya Allah, kenapa dia nekat seperti ini. Sebegitu cintakah dia sama len ( mantannya ) sehingga mengharuskan untuk melakukan hal bodoh itu, ahh otaknya tidak berfungsi, dia di butakan oleh cinta. “ aku terus menggerutu dalam hati, aku sangat menyesalkan perbuatannya itu.
Aku pun terus berdoa kepada Allah, semoga dia secepatnya sadar .Aku menjadi tidak konsen kuliah, pikiranku berkutat memikirkan dia. Aku menjadi seperti orang bingung,jadi lupa makan, minum obat, kurang tidur dan itu ku lakukan tanpa sengaja . aku kembali drop.
Tiga hari berlalu, adiknya memberi kabar kepadaku bahwa dia telah sadar ( setelah tiga hari mengalami koma ), alhamdulillah Ya Allah Engkau mendengar doa ku. Ku usap dadaku, terasa ada beban besar di dalam dadaku ini yang telah hilang. Aku berusaha mengatur emosiku, aku tak ingin emosi ini mempengaruhi kondisinya lagi, padahal saat ini aku sangat marah dengannya soal aksi nekatnya meminum obat secara OD ( over dosis ), aku menahan emosiku secara baik dan Alhamdulillah aku tidak memperlihatkan rasa marahku itu. Aku terus memberi semangat kepadanya. Aku berusaha sebisaku untuk tetap memberikan sepenuhnya perhatianku kepadanya. Semoga keadaannya akan bertambah pulih. Hanya itu doaku saat ini.
Keadaannya pun semakin bertambah baik meskipun kadang dia selalu merasakan sakit, ku yakin dia kuat lalui ini semua. Huff…nafasku sesak, setiap saat mengenangnya, semoga kejadian seperti ini tidak akan pernah kembali terjadi. Aku menyayanginya sepenuhnya, kucurahkan semua perhatianku untuknya bahkan waktuku yang sangat sibuk pun ku singkirkan demi dia. Aku tak ingin dia merasakan hal yang sama saat dia masih dengan pacarnya dulu. Aku tulus melakukannya.
Beberapa hari kemudian…
Hari kulalui seperti biasa, di temani dengan semua kasih sayang dari nya. Tak bisa ku pungkiri aku menjadi semakin sayang. Tapi meskipun begini tetap saja masih ada yang mengganjal di dadaku, aku masih tidak bisa tenang sepenuhnya, bahkan merasa takut. Ini di karenakan aku selalu di hantui oleh kehadiran mantannya itu, dia masih berhubungan baik ternyata di belakangku. Meskipun dia selalu tidak mengakuinya, tapi aku lebih bisa merasakannya. Aku mencoba terus bersabar dan ku anggap itu semua adalah ujian dariNya, aku terus berusaha berfikir positif meskipun hatiku begitu rapuh saat ini. Yaa..aku memang tidak bisa menggantikan posisi mantannya saat ini, aku sangat mengerti bahwa dia masih sangat mencintai mantannya itu, apalagi menurut pengakuan mantannya bahwa mereka juga ingin merencanakan pernikahan nanti, dan mereka punya janji masing-masing. Huff…batinku kembali terenyuh mendengarnya, aku kuatkan hati ini sembari berdoa, Ya Allah tunjukkan jalan terbaik untukku. Tekanan dari saudara dan teman dekatku pun berdatangan, mereka menyuruhku untuk mundur saja, sebuah tindakan yang sangat sulit untuk kulakukan. Pikiranku tak menentu, kadang sesak di saluran nafasku berulang terjadi. Ahh..aku tidak kuat seperti ini. Dia selalu meyakinkanku agar untuk tetap sabar, bahwa dia akan buktikan bahwa dia akan benar-benar mengakhiri hubungannya itu. Aku kembali sabar.
Aku tak mengerti, setiap ku menbaca status FB dari dia ataupun mantannya perasaanku selalu hancur, sakit hati membabi buta menyerangku. Ingin rasanya aku teriak di depan mereka “ KALIAN ANGGAP AKU APA???” , kata-kata mesra dari keduanya membuat aku ingin menangis, aku mungkin seorang wanita yang sangat lemah dan cengeng, hampir setiap tindakan ku lakukan dengan menangis. Hanya itu yang dapat ku lakukan. Aku semakin berfikir keras, aku menegaskan hatiku, aku hanya orang baru yang mungkin tak tahu apa-apa akan sejarah percintaan mereka. Aku di sini merasa sebagai orang ketiga meskipun aku resmi telah menjadi pacarnya sekalipun tetapi aku merasa tak pernah di anggap. Di tambah lagi dengan penolakannya untuk mengubah status hubungan di FB nya, dia ngotot untuk tidak akan merubah statusnya, dengan alasan tertentu padahal aku yakin dia berat untuk lakukan semua itu. Aku hanya ingin bukti, hanya dengan bukti sekecil itupun dia tidak bisa lakukan , hal ini menguatkan feelingku bahwa aku tak pernah dianggap saat ini. Aku rela di hina teman-temanku, di bilang tidak tahu malu karena telah mengakui dia adalah pacarku secara status di FB nya masih menikah sengan mantannya itu. Yaa.. mungkin aku pantas untuk di bilang seperti itu dan memang benar aku seorang yang tidak tahu diri.
Aku membulatkan keputusanku untuk mundur dari hubungan mereka, meskipun saat itu dia tetap memilihku untuk menjadi pacarnya. Tapi aku masih merasakan dia masih tidak bisa melupakan dan mengakhiri hubungannya itu. Aku ikut saran dari saudara serta temanku, aku ingin mundur. Suatu keberanian di malam ini, aku menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, aku mengumpulkan semua kalimat yang telah aku susun tadi. Bismillah.. tepat pukul 23:05 aku mengirimkan sebuah pesan singkat dengan isinya yang memberitahukan tentang kekecewaanku atas perlakuannya. Akan keberatan atas posisi ku saat ini, akan kehadiran mantannya yang terus menberatkan hatiku, aku memilih mundur, aku tak ingin menyakiti sesamaku, semoga kalian bisa memperbaiki hubungan kalian kembali, semoga Allah memberi kekuatan kepadaku. Aku melepaskannya dengan keikhlasanku atas kebahagiaannya. Dini hari dia membalas smsku dan mengatakan dia tidak terima akan keputusanku itu tapi setelah beberapa kali aku mengiba untuk mengerti keadaanku dan akhirnya dia mengiyakannya. Aku kembali drop.
Aku melihat dia tetap baik-baik saja, tampaknya hubungan mereka tambah baik. Aku tak mau usil akan hubungan mereka, yang aku tahu aku tidak punya hak apa-apa di sini. Tapi aku masih berhubungan baik dengannya, tak ada sedikitpun dendam kepadanya dan tuntutan untuk menepati semua janjinya yang pernah di ucapkannya kepadaku dulu. Aku harus bisa terima meskipun menyakitkan sekalipun.
***
Dua minggu setelah kemunduranku. Dia kembali mengadu kepadaku bahwa dia telah kembali di bohongi pacarnya itu, aku berusaha tenang menanggapi ceritanya. aku fikir ini tidak jauh beda dengan masalahnya kemarin, aku tak ingin masuk campur sebenarnya, aku menahan emosi ku untuk marah, bahwa saat itu aku sebenarnya ingin marah karena aku sangat menyayangkan hal seperti ini terjadi, karena harapanku setelah aku memutuskan untuk mundur adalah dia akan bahagia , akan lebih tenang menjalani hubungan mereka. Tapi ternyata aku salah.
Dia terus memintaku untuk memberi saran kepadanya, kurasa tak akan ada yang bisa memberi saran kalau melihat keadaannya seperti ini. Aku hanya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepadanya, aku menyuruhnya kembali berfikir secara tenang. Aku tak ingin dia menggantungkan keputusannya ini kepada orang lain, biarlah dia memikirkannya sendiri apa yang terbaik untuknya. Aku rasa dia seorang yang pecundang, dia tida bisa mnerima kenyataan, dia tidak bisa tegas akan dirinya sendiri. Biarlah dia menikmati semua itu.
Akhirnya dia mengatakan bahwa dia benar-benar ingin mengakhiri hubungannya itu dan ingin melupakan semuanya, dia sudah tidak kuat untuk menjalani hubungannya ini. Aku hanya menghela nafas panjang, semoga Allah mendengar semuanya, akan kejujuran hatinya saat itu. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segalanya. Dia meminta kesempatan kepadaku untuk memperbaiki semuanya, dia ingin serius denganku, dia meminta maaf akan ketidaktegasannya dalam membuat keputusan. Dia kembali meyakinkanku, dia berusaha membuat aku untuk percaya. Aku berusaha kuat untuk tidak emosi dalam menanggapi sikapnya itu. Tapi hatiku terus meronta, hatiku mendorongku untuk mempercayainya, ahhh…bukankah ini telah berkali-kali dia lakukan kepadaku ???
“ dia hanya butuh kamu, butuh di saat dia memang butuh, coba kamu fikirkan baik-baik, seandainya dia memang benar-benar serius denganmu, dia tidak akan tega melakukan ini. Dia akan mempertahankanmu meskipun dia berat, pernahkan kau lihat itu ???” hatiku mulai menceramahiku.
Ya ALLAH, bantu hambamu ini, yakinkan hati ini , perlihatkan kesungguhan dari niatnya itu, aku bingung. Apa yang harus kulakukan, aku tidak mendapatkan keyakinan itu. Aku rapuh kembali. Sampai di saat aku benar-benar yakin akan kebenaran darinya yaitu, dia telah mengubah status hubungannya menjadi lajang, meskipun dia tidak langsung mencantumkan aku sebagai gantinya. Tapi itu merupakan sebuah kebenaran akan kata-katanya, tidak seperti beberapa waktu lalu di mana dia sangat kuat untuk tidak mengubah statusnya itu. Syukurlah .. hanya itu yang dapat ku ucapkan.
Aku melapangkan dadaku, ku biarkan ada rongga kecil agar udara dapat masuk. Ya Allah semoga ini yang terakhir terjadi, semoga ini adalah sebuah kebenaran dari-Mu. Amin. Aku memberi kesempatan lagi untuknya.
Dedaunan terkulai lemas di dahan karena segumpal embun yang berada di atasnya. Betapa sang daun bertahan untuk tidak tumbang, menunggu hingga sang mentari dating untuk membebaskan mereka dari injakan embun. Ketika sang mentari telah kembali dating, sinar cintanya menyebar kepenjuru kehidupan, ia dengan lambat menghapus embun yang sedang merajai daun. Hingga saatnya sang daun kembali tegak menantang dan berkata “ kapanpun kau dating wahai embun, aku tidak akan takut. Aku akan tetap kembali tegak karena sang mentari akan selalu ada untukku .”
Begitupun juga kita, sebesar apapun masalah, sebesar apapun cobaan, seharusnya kita memcoba bersabar karena ALLAH bersama kita. Dia akan selalu membantu kita.
Alhamdulillah semoga Allah selalu memberikan kesabaran dan keikhlasan kepadaku. Semoga apa yang aku putuskan akan menjadi yang baik bagiku, hanya kepada-Mu ku serahkan.
Sekarang aku telah membulatkan niatku, aku memberi kesempatan kepadanya, dengan semua perjuanganku saat itu semoga dia pun begitu, dapat menyayangiku dengan sepenuhnya. Bukan sebuah kesempurnaan fisik yang aku cari tapi kesempurnaan saat dia menyayangiku. Aku menyerahkan semuanya kepada-Mu ya Rabb, jika memang dia jodohku bukalah jalan untuk ku capai Ridho-Mu bersamanya. Ya Nur Qolbi Ya Allah Azza waa Jalla.
Uhhibbuki fiillah. 1.1.12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar